HIMPENINDO DIY: "COMMUNICATION AND COLLABORATION HUB" PENELITI LINTAS INSTANSI

ADMIN | Senin , 25-Maret-2019

YOGYA (biotifor.or.id) - Kepala Balai Besar Litbang Bioteknologi dan Pemuliaan Tanaman Hutan (B2P2BPTH), Dr. Nur Sumedi, S.Pi., MP,  meminta agar para peneliti Babes yang turut hadir dalam  musyawarah I  Himpunan Peneliti Indonesia (Himpenindo) DIY untuk berperan aktif. “Himpenindo ke depan tidak hanya penting sebagai wadah pembinaan profesi peneliti, tapi juga sangat strategis sebagai communication and collaboration hub lintas bidang disiplin ilmu dan sektor beragam kementrian di DIY, bahkan di tingkat Nasional”, imbuhnya.

Hal itu disampaikan disela-sela menghadiri pertemuan antar peneliti yang bersejarah di Auditorium Sekolah Tinggi Nuklir Nasional kawasan BATAN, Babarsari, Sleman, Rabu (20/03/2019). Meski kapasitas Beliau dalam acara itu sebagai tamu undangan, tetapi kehadirannya dirasa sangat berarti  dalam membakar semangat khususnya bagi para peneliti B2P2BPTH yang datang mewakili juga peserta wakil Satker lainnya.

Musyawarah I  ini diikuti oleh 125 orang anggota Himpenindo dari 18 satuan kerja Litbang berbagai kementerian dan Pemerintah Daerah lingkup DIY. Agenda utama pertemuan untuk membentuk kepengurusan Himpenindo tingkat provinsi sebagai tindaklanjut dari terbentuknya Himpenindo Pusat di Jakarta dan memperkuat implementasi Peraturan LIPI No. 14 Tahun 2018, dimana Himpenindo adalah satu-satunya organisasi profesi peneliti yang akan diakui oleh lembaga ilmu pengetahuan yang sangat bergensi itu di Indonesia.

Pada sesi pembukaan,  para kepala satuan kerja atau perwakilan Litbang lingkup DIY lainnya juga hadir sehingga acara makin semarak dan menjadi bukti dukungan moril bagi para peserta serta bagi organisasi profesi peneliti yang baru pertama kali  dibentuk di DIY ini.

Acara dibuka secara resmi oleh Ketua Sekolah Tinggi Teknologi Nuklir (STTN) Yogyakarta (Plt. Kepala Pusat Sains dan Teknologi Akselerator), Edy Giri Rachman Putra, Ph.D. yang dirangkai dengan pemilihan pengurus himpenindo dimana sebelumnya telah diseleksi 5 orang formatur untuk dipilih 1 diantaranya  menjadi Ketua. Setelah melalui pemilihan yang sangat ketat hingga terjadi dua putaran, Prof. Dr. Ir. Gunawan, MS, peneliti senior dari Balai Pengkajian dan Teknologi  Pertanian (BPTP) Yogyakarta berhasil terpilih dengan suara terbanyak sebagai Ketua Himpenindo DIY periode 2019-2024.

Musyawarah ini kemudian dilanjutkan dengan rapat komisi yang dilakukan secara paralel untuk merumuskan struktur organisasi (Komisi I) dan garis besar program kerja 5 tahun ke depan (Komisi II).

Setelah melalui pembahasan yang alot dengan rancangan pokok untuk memenuhi kepentingan internal dan eksternal organisasi, maka struktur yang disepakati hanya terdiri dari 4 bidang untuk mendukung pengurus harian, yaitu: Bidang Diseminasi dan Rekomendasi Hasil Litbang, Bidang Humas dan Kerjasama, Bidang Pembinaan dan Pengembangan SDM serta Bidang Budaya dan Kearifan Lokal.

Sementara itu, garis besar program kerja 5 tahun ke depan, secara bulat disetujui antara lain:  melaksanakan publikasi dan diseminasi, sosialisasi peraturan terbaru LIPI, FGD Kepakaran, sosialisasi peraturan terkait hukum dam HAM,  serta menggali nilai-nilai bidaya DIY.

Liliana Baskorowati, Ph.D salah seorang Peneliti Utama dari BBPPBPTH, yang namanya tercatat pada urutan II dalam pemilihan ketua yang melalui voting itu, berharap agar Himpenindo dapat menjadi wadah yang kuat di masa datang. “Pengurus Himpenindo DIY khususnya, perlu diisi para peneliti yang berdedikasi, sukarelawan dan mau berkorban waktu untuk kemajuan bersama”, tegasnya.

Sedangkan menurut peneliti lain yang juga sekaligus OC pada Musyawarah itu, Yayan Hadiyan, M.Sc berharap agar Himpenindo juga bisa membuat peneliti mampu lintas sektor dan "lebih gaul" serta mampu bekerjasama untuk menghasilkan penelitian yang lebih komprehensif dan dekat dengan para pengguna (user).

Musyawarah I Himpenindo DIY ditutup dengan sambutan ketua terpilih, Prof. Gunawan yang mempertegas tekadnya untuk segera melakukan sosialisasi peraturan LIPI No. 14 Tahun 2018 kepada seluruh peneliti di DIY khususnya. “Sosialisasi dilakukan agar tidak timbul keresahan yang disebabkan oleh karena kurangnya pemahaman, baik dalam melihat spirit pembaharuan maupun aturan dan sanksi yang mungkin akan  diberlakukan”, tegasnya.

Prof. Gunawan juga menginginkan agar Himpenindo juga bisa menjadi sarana pembinaan karir, berkoordinasi dan bekerjasama antar peneliti dari beragam satker.(***YH&MNA)