PEMBELAJARAN DI LUAR KELAS SMAN 3 MAGELANG: MENAMBAH WAWASAN DAN MENUMBUHKAN JIWA SCIENTIST

ADMIN | Senin , 25-Maret-2019

YOGYA (biotifor.or.id) – Menurut Dra. Turhastuti, M.Pd, bahwa pembelajaran diluar kelas ini dimaksudkan agar para siswa bertambah ilmunya, tidak hanya mendapatkan teori tetapi bisa melihat kegiatan dilapangan seperti apa. Ia berharap anak-anak bertambah wawasan dan pengetahuannya.

“Siapa tahu nanti diantara 154 siswa ini ada yang bercita-cita atau punya keinginan berkecimpung sebagai peneliti/scientist, dan suatu saat akan menggantikan Bapak/Ibu peneliti yang dapat melestarikan kekayaan alam Indonesia”, lanjutnya saat mengantar anak-anak SMA N 3 Magelang berkunjung ke B2P2BPTH, pada hari Kamis (28/03/2019).
 
Guru Bimbingan Konseling ini juga berharap dengan melihat penerapan ilmu di dunia kerja seperti di B2P2BPTH ini dapat menambah iman dan taqwa para siswa.

Rombongan siswa kelas X SMA 3 Magelang diterima oleh Kepala Bidang DIK, Retisa Mutiaradevi, S.Kom.,M.Ca di lobby bagian tengah B2P2BPTH. Dalam sambutannya Retisa menyampaikan bahwa sudah menjadi kewajiban kita semua untuk mengkonservasi sumber daya genetik baik flora dan fauna.

B2P2BPTH dalam menjalankan tugasnya untuk mencari bibit unggul diawali dengan mengkonservasi dulu dengan mencari individu-individu dari beberapa daerah. Berawal dari konservasi sumber daya genetik kita akan kumpulkan dan cari individu yang kita inginkan. “Misalnya tanaman yang cepat tumbuh, cepat berbuah atau yang lainnya”, lanjut Retisa.

Apabila tanaman yang diinginkan sudah ketemu, selanjutnya diteliti dulu asal-usul tanaman itu. “Siapakah induk  atau orang tua dari pohon-pohon itu melalui tes DNA”, katanya. Pohon-pohon yang masuk kategori unggul kemudian diperbanyak, salah satunya melalui kultur jaringan.

Bibit-bibit tanaman hasil pemuliaan yang telah diperbanyak kemudian disebarluaskan untuk ditanam oleh masyarakat. Produktivitas tanaman hasil pemuliaan lebih tinggi dari pada tanaman yang bukan hasil pemuliaan. Misalnya tanaman kayu putih dan nyamplung mempunyai rendemen minyak yang lebih tinggi.

Rombongan selanjutnya dibagi menjadi beberapa kelompok dan menuju spot-spot yang telah ditentukan. Kelompok 1 bersama M. Anis Fauzi, S.Hut.,M.Sc. di ruang seminar, peserta diberikan materi Pemuliaan dan Bioteknologi untuk Mendukung Produktivitas Hutan. Yayan Hadiyan, S.Hut.,M.Sc. membimbing kelompok 2 dengan memberikan materi Upaya Penyelamatan Jenis Terancam Punah, Cendana (Santalum album Linn.) di Gunung Kidul. Kedua kelompok itu setelah menerima materi di kelas kemudian menuju di persemaian, kelompok 1 di persemaian pemuliaan sedangkan kelompok 2 di persemaian KSDG.

Untuk kelompok 3 belajar tentang genetika molekuler di Laboratorium Genetika Molekuler bersama Purnamila Sulistyawati, S.Si.,M.Agr.Sc., salah satu peneliti di B2P2BPTH ini juga alumnus SMA 3 Magelang. Kelompok berikutnya belajar dan berdiskusi di Laboratorium Bioenergi bersama Eritrina Windyarini, S.Hut.,M.Sc dan tim peneliti nyamplung. Laboratorium Kultur Jaringan dan Rumah Kaca menjadi spot belajar untuk kelompok 5 bersama Yohanes Wibisono, S.Hut, M.For.Ecosys.Sc dan Rudi Hartono.

Salah seorang guru pendamping, Nur Aini Rahayu, S.Pd berharap bahwa ke depan peserta didik dapat diajak untuk berperan langsung (praktek) dalam kegiatan konservasi dibidang kehutanan.

“Sangat menyenangkan dan mendidik, memotivasi kami untuk lebih peduli terhadap tanaman-tanaman yang terancam punah, wawasan kami tentang alam menjadi lebih terbuka, mentor kami juga seru dalam memotivasi kami untuk menyelamatkan alam dan menjaga keasriannya”, pungkas salah seorang peserta didik, Salma Medina.(***MNA)