HASIL LITBANG JOGJA HADIR PADA PERINGATAN HARI BUMI DI YOGYAKARTA

ADMIN | Selasa , 30-April-2019

YOGYA (biotifor.or.id) – Beberapa hasil litbang Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Bioteknologi dan Pemuliaan Tanaman Hutan (B2P2BPTH) turut hadir menyemarakkan pameran dalam rangka Peringatan Hari Bumi 2019 di Yogyakarta. Acara ini berlangsung di ruas Jalan Jenderal Sudirman, bertepatan dengan event rutin yaitu Car Free Day Jogja, pada Hari Minggu (21/04/2019). 

Produk unggulan hasil litbang yang dipamerkan antara lain benih unggul dan minyak kayuputih, benih unggul Acacia mangium,  benih unggul Eucalyptus pellita, Akasia hibrida, benih unggul nyamplung dan benih unggul sengon. Selain itu juga pubkikasi populer dan souvenir-souvenir cantik yang disediakan/dibagikan untuk pengunjung pameran.

Peringatan kali ini mengambil tema “Lindungi Spesies Kami”. Kegiatan pameran diikuti oleh beberapa UPT Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) lingkup Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) yaitu P3E Jawa, BPDASHL Serayu Opak Progo, BTN Gunung Merapi, BKSDA DIY dan BPKH Wil. XI Yogyakarta.

Dalam sambutannya, Kepala Biro Humas Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) RI, Jati Wicaksono menyampaikan bahwa KLHK pada Peringatan Hari Bumi dengan tema “Lindungi Spesies Kami”, ingin mengajak seluruh masyarakat Indonesia pada umumnya dan Yogyakarta pada khususnya untuk melindungi spesies-spesies yang ada di Indonesia. “Spesies-spesies itu tidak bisa dinilai dengan uang, semua spesies hewan maupun tumbuhan harus kita lindungi dari kepunahan agar anak cucu kita nanti masih dapat menyaksikannya”, kata Jati.

Jati juga mengajak masyarakat untuk turut serta mengendalikan perubahan iklim dengan cara yang paling mudah yaitu melakukan penanaman pohon, membersihkan lingkungan kita, mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, serta yang tidak kalah pentingnya turut mengendalikan kebakaran hutan dan lahan.

Jati melanjutkan bahwa KLHK Republik Indonesia memiliki program tanam pohon seumur hidup. Program tanam 25 pohon seumur hidup yaitu selama SD tanam lima pohon, SMP tanam lima pohon, kemudian SMA tanam 5 pohon lagi, saat masuk Perguruan Tinngi tanam lima pohon, dan sebelum menikah tanam lima pohon. "Dengan begitu, pohon-pohon di Indonesia bisa terus menghasilkan oksigen dan bisa terus mengurangi efek rumah kaca," tutupnya.

Sementara itu, Kepala BPDASHL SOP, Sri Handayaningsih, mewakili para kepala UPT Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Lingkup DIY menyampaikan bahwa penyelenggaraan peringatan Hari Bumi 2019 sekaligus memperingati Hari Kartini.

“Tema Hari Bumi 2019 ini adalah Lindungi Spesies Kami, pada kesempatan ini beberapa dari wajah kami ada yang dicoret-coret, hal ini melambangkan dari beberapa spesies yang harus kita lindungi, antara lain elang jawa, kucing hutan, harimau sumatera dan badak jawa”, kata Sri Handayaningsih.

“Berbagai stand yang terkait dengan sosialisasi atau penyuluhan tentang penyelamatan lingkungan dengan menggerakkan kesadaran masyarakat luas untuk turut serta berpartisipasi menyelamatkan bumi kita yang semakin sakit”, lanjutnya.

Pada kesempata iini juga sekaligus meluncurkan aplikasi Si Mobis, adalah aplikasi permohonan bibit secara gratis dengan sistem on line dengan maksud agar masyarakat luas dan instansi lain bisa dengan mudah dan cepat dalam memproses permohonan bibit kepada BPDASHL SOP.(mna)

 

Editor : Priyo K.

 

 

Foto : Dok. BBPPBPTH/mna