Gelar Teknologi Kehutanan 2013 : Lebih Dekat Dengan Penyuluh

ADMIN | Sabtu , 20-Juli-2013

Gelar teknologi kehutanan 2013 dilaksanakan selama dua hari. Hari pertama (15/5) dihadiri oleh sekitar 800 penyululuh kehutanan dari seluruh Indonesia dan undangan lainnya, sedangkan hari kedua (16/5) dihadiri sekitar 1000 orang. Hadir dalam pembukaan gelar teknologi adalah Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Kehutanan (Dr. Tahrir Fathoni) beserta jajarannya, Kepala Dinas Kehutanan Prov. DIY (Ir. Dawam Raharjo), Anggota Komisi Penyuluhan Nasional, Sekretariat Badan Koordinasi Penyuluhan Prov DIY dan seluruh jajaran Satker Badan Litbang Kehutanan tingkat pusat dan daerah.


Dalam sambutannya, Kepala Badan Litbang Kehutanan (Dr. Iman Santoso) mengatakan,” Gelar teknologi  2013 ini diintegrasikan dan disinergikan dengan jambore penyuluh, sehingga hasil penelitian kehutanan dapat disebarkan melalui sistem komunikasi yang efektif,  melalui ujung tombak komunikasi yakni penyuluh kehutanan”. Gelar Teknologi ini juga dihadiri oleh widyaiswara, sehingga terasa lengkap tiga unsur penting dalam penyampaian informasi kehutanan kepada masyarakat telah hadir pada pertemuan ini.

Kegiatan yang diselenggarakan selama dua hari pada 15 – 16 Mei 2013 di Kaliurang Yogyakarta ini menyajikan sebanyak dua puluh satu materi iptek kehutanan. Materi tersebut disampaikan melalui paparan dalam sidang pleno dan komisi, serta dalam bentuk pameran dan demonstrasi iptek. Dari dua puluh satu materi tersebut, empat materi diantaranya berasal dari Balai Besar Penelitian Bioteknologi dan Pemuliaan Tanaman Hutan (BBPBPTH). Materi-materi tersebut dipaparkan pada Komisi A yang membahas Topik Hutan Rakyat, ditambah dengan materi Teknik Penanganan Benih Rekalsitran oleh Dr. Ir. Yulianti Bramasto, M.Si. (BPTPTH, Bogor). Bertindak sebagai moderator pada diskusi ini adalah Dr. Ir. Dede Rohadi, M.Sc. Keempat materi yang disajikan oleh peneliti dari BBPBPTH tersebut adalah :

  1. Cara Pengembangan Tanaman Hutan Rakyat, oleh Dr. Liliana Baskorowati
  2. Pengembangan Teknik Perbanyakan Vegetatif Tanaman Jati Pada Hutan Rakyat, oleh Hamdan Adma Adinugraha, S.Hut.,M.Sc.
  3. Hama Penting Pada Tanaman Hutan Rakyat Dan Alternatif Pengendaliannya, oleh Eritrina Windyarini, S.Hut.,M.Sc.
  4. Penyakit-Penyakit Penting Pada Tanaman Hutan Rakyat Dan Alternatif Pengendaliannya, oleh Nur Hidayati, S.Hut.

Pada akhir diskusi, Dr. Ir. Dede Rohadi, M.Sc. menyampaikan,”Kata kunci yang perlu digarisbawahi, pertama adalah masalah koordinasi, hal ini merupakan sesuatu yang mudah untuk dikatakan namun sulit untuk diimplementasikan (something easy to say, but difficult to implement)”. Salah satu solusi yang sudah direalisasikan oleh Kepala Badan Litbang pada tahun lalu adalah terbentuknya forum/milis Peneliti-Widyaiswara-Penyuluh. Media ini sangat berguna sekali apabila dapat dimanfaatkan secara optimal oleh ketiga elemen tersebut untuk berbagi informasi.

Yang kedua, kita harus bertindak proaktif, tidak menunggu orang menyediakan informasi. Para penyuluh dapat berkunjung ke kampus litbang, atau dengan browsing melalui internet karena sudah banyak tersedia informasi-informasi kehutanan yang siap diimplementasikan.(mna)