MENUMBUHKAN CALON RIMBAWAN MUDA MENCINTAI CENDANA (SANTALUM ALBUM LINN)

ADMIN | Rabu , 17-Juli-2019

BBPPBPTH (Yogja, 15/07/2019) Balai Besar Litbang BPTH yang mempunyai visi Menjadi Pusat Unggulan IPTEK di Bidang Bioteknologi Hutan, Pemuliaan Tanaman Hutan, dan Konservasi Sumberdaya Genetik Tanaman Hutan kembali memberikan layanan publik terkait informasi hasil litbang yang diminta oleh Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta (17/7).

Bertempat di plot konservasi genetik Hutan Penelitian Watusipat, Gunungkidul, tim peneliti Balai Besar Litbang BPTH yang terdiri atas Liliek Haryjanto, S.Hut, M.Sc, Yuliah, S.Hut, M.Sc, Sumardi, M.Sc dan teknisi Arif Setiawan, S.Hut serta Subagyo (petugas KHDTK) menjadi narasumber kegiatan Praktek Pengantar Ilmu Kehutanan khususnya membagi pengalaman melakukan konservasi cendana secara ex situ.

Cendana (Santalum album Linn) merupakan  jenis yang bernilai ekonomi tinggi namun saat ini di sebaran alamnya Provinsi NTT sudah menurun disebabkan karena eksploitasi berlebihan dengan tingkat keberhasilan penanaman yang rendah, kebakaran dan penggembalaan menjadikan spesies ini termasuk jenis yang vulnerable", kata Liliek Haryjanto, S.Hut, M.Sc, peneliti Balai Besar Litbang BPTH.

Untuk mengembalikan keberadaan populasi jenis tersebut, terdapat kendala yang salah satunya kelangkaan sumber benih cendana yang berkualitas. Upaya penanaman yang mampu menghasilkan produktivitas tinggi diperlukan penelitian yang relevan, dalam hal ini dengan pemenuhan benih yang berkualitas melalui pemuliaan dan bioteknologi.

“Riset cendana di Balai Besar Litbang BPTH dimulai tahun 2000 dengan membangun plot konservasi sumberdaya genetik (SDG). Koleksi materi genetik berasal dari sebaran alamnya di kepulauan Nusa Tenggara Timur maupun ras lahan DIY. Hasil riset menunjukkan tanaman cendana di plot konservasi genetik ini memiliki keragaman genetik cukup tinggi sehingga memiliki potensi untuk mendukung pemuliaan maupun bioteknologi cendana dalam rangka menyediakan sumber benih berkualitas maupun materi genetik untuk penanaman cendana di Indonesia. Pada tahun 2015-2016 dilakukan identifikasi kandungan santalolnya (kandungan kimiawi yang menentukan kualitas minyak cendana). Hasil identifikasi menunjukkan tidak semua individu mengandung santalol. Adanya variasi ini maka dilakukan seleksi sehingga ditemukan individu yang mengandung santalol, bahkan beberapa individu mengandung santalol telah memenuhi standar perdagangan global (ISO 3518:2002E). Upaya perbanyakan klon-klon unggul ini dilakukan dengan teknik kultur jaringan dan teknik minicutting, yang keduanya masih dalam proses riset,” tutur Liliek.

“Cendana yang ada di plot konservasi Watusipat menjadi kebanggaan tersendiri bagi tim peneliti cendana karena memiliki keragaman genetik yang jauh lebih tinggi daripada cendana yang saat ini masih tersisa di NTT, sehingga suatu saat perlu direintroduksi ke NTT,” ungkap Sumardi, S.Hut, M.Sc, peneliti yang cukup lama mengabdi di Litbang Kehutanan Kupang NTT.

Dr. Yeni Widiyana N.R., S.Hut., M.Sc, Dosen Fakultas Kehutanan UGM secara singkat menyampaikan bahwa tujuan kegiatan ini adalah dalam rangka memperkenalkan pengelolaan dan pemanfaatan hutan pada mahasiswa-mahasiswi Fakultas Kehutanan UGM.  “Kegiatan ini diikuti oleh 247 mahasiswa, 9 mahasiswa pemandu dan 6 orang dosen,” lanjut lektor bidang Teknologi Benih Fak. Kehutanan UGM tersebut.

“Harapannya kedepan kegiatan ini dapat menumbuhkan kecintaan rimbawan muda terhadap  profesi rimbawan terutama menanam pohon dengan semangat menanam untuk hidup, seperti pohon cendana yang berhasil hidup meskipun melalui proses yang tidak mudah,” tambah Yuliah, S.Hut, M.Sc anggota tim cendana.***(LlH & RH).

Dokumentasi: Arif Setiawan, S.Hut

 

 

Balai Besar Litbang Bioteknologi dan Pemuliaan Tanaman Hutan :

Jl. Palagan Tentara Pelajar KM15 Purwobinangun Pakem Sleman DI Yogyakarta (Indonesia)

Email                : breeding@biotifor.or.id

Website            : www.biotifor.or.id

Instagram          : www.instagram.com/biotifor_jogja

Facebook         : www.facebook.com/Balai-Besar-Litbang-BPTH-187407891327294

E-Journal          : http://ejournal.forda-mof.org/ejournal-litbang/index.php/JPTH/index