BALAI BESAR LITBANG BPTH SUKSES SELENGGARAKAN INAFOR 2019 THEME 4

ADMIN | Sabtu , 31-Agust-2019

Balai Besar Litbang BPTH (Yogya, 2/9/2019)_Dalam rangka penyebarluasan hasil riset dan inovasi di bidang kehutanan dan lingkungan hidup serta mengembangkan jejaring kerja dengan dunia internasional, Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Bioteknologi dan Pemuliaan Tanaman Hutan (Litbang BPTH) bekerjasama dengan Balai Penelitian dan Pengembangan Teknologi Perbenihan Tanaman Hutan (BPPTPTH) Ciheuleut dan Perum Perhutani Cepu telah berhasil melaksanakan konferensi tema 4 “Managing Forest Genetic Resources in Changing Environment and Lanscapes tanggal 29 Agustus di 2019.

Tema 4 tersebut merupakan rangkaian The 5 th International Conference of Indonesia Forestry Researchers (INAFOR) yang diprakarsai oleh Badan Litbang dan Inovasi (BLI) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) yang dilaksanakan tanggal 27 – 30 Agustus  di 2019 IPB International Conference Center Bogor.

Dalam sambutan yang disampaikan oleh Kepala Balai Besar Litbang BPTH, Dr. Nur Sumedi, S.Pi.,MP disebutkan bahwa konferensi Tema 4 dihadiri oleh ± 220 peserta dari dalam dan luar negeri.  Pada kesempatan tersebut hadir 6 keynote speakers, yaitu Senior scientist within the Forests and Environment programme of Centre of Forestry Research (CIFOR);  Lecturer ETH Zurich- Swiss Federal Institute of Technology; Professor of University of Tsukuba, Japan; profesor riset teknologi perbenihan tanaman hutan dari BPPTPTH Bogor;  peneliti senior bidang genetika molekuler dan pemuliaan tanaman dari Balai Besar Litbang BPTH Yogyakarta serta peneliti senior jati dari Pusat Litbang Perhutani Cepu.

“Bertindak sebagai moderator sesi plenary 1 adalah Dr. Ir. IB. Putera Parthama, M.Sc, dan sesi 2 adalah Dr. Henry Bastaman, MES, Tenaga Ahli Menteri Bidang Sustainable Development Goal's dan Riset Lingkungan, Kementerian LHK,” tambahnya.

Konferensi Tema 4 terbagi dalam 3 sub tema, yaitu: 1) Approaches towards changing biotic factor ; 2) Approaches towards changing abiotic factor; 3) Approaches towards changing industrial need dan makalah yang dipresentasikan sebanyak 37 naskah yang terdiri dari 35 naskah lokal dan 2 naskah dari luar. Dari 37 naskah tersebut 25 berasal dari BLI, 5 dari Perguruan Tinggi dan 7 dari sektor swasta.

Hasil rumusan sub tema Approaches towards changing biotic factor sebagai berikut: Hutan Indonesia memiliki keanekaragaman hayati yang besar dari spesies tanaman dari spesies tanaman potensial untuk kayu (kayu, kayu energi, pulp dan kertas) dan non kayu  (makanan, obat-obatan, energi), sehingga telah dibangun hutan tanaman dengan spesies pohon potensial untuk meningkatkan produktifitas hasil hutan yang memerlukan informasi dasar yang baik mengenai karakteristik ekologi, silvikultur dan genetika. Hama dan penyakit telah menjadi ancaman utama terhadap produktivitas dan kelestarian hutan tanaman. Cara yang paling efisien utuk pengendalian hama saat ini adalah dengan penggunaan tanaman yang tahan/toleran terhadap hama penyakit. Penggunaan teknologi untuk pemuliaan tanaman juga telah dilakukan seperti metode baru yang ditawarkan oleh Genome Wide Association Study and Genomic Selection untuk mempersingkat siklus pemuliaan untuk sifat kuantitatif pada pohon hutan. Teknik kultur jaringan untuk menghasilkan bibit masal untuk perkebunan komersial dan penggunaan penanda DNA untuk deteksi awal hama dan penyakit tanaman.

Rumusan sub tema Approaches towards changing abiotic factor : Perubahan lingkungan karena perubahan iklim dan bentang alam memiliki dampak buruk pada sumber daya genetik hutan, sehingga diperlukan strategi yang efektif berdasar penelitian. Lahan terdegradasi di indonesia sekitar 5,8 juta ha. Upaya pemulihan dengan menggunakan species pohon yang cocok dan cepat beradaptasi seperti Callopyllum inophyllum dan Caliandra. Untuk mendukng keberhasilan restorasi juga diperlukan ketersediaan dan pengiriman benih berkualitas baik dengan skema sertifikasi benih dan pembibitan yang terstandardisasi. Penggunaan teknolgi baru seperti Radarsatscan dan Forest Alert System (FAS) dapat meningkatkan pengelolaan hutan dan menyediakan berbagai informasi bermanfaat lainnya yang berkaitan dengan kegiatan perkebunan, pembalakan liar, perambahan dan bencana alam.

Untek sub tema Approaches towards changing industrial needs diperoleh rumusan: Sumber daya Genetik Hutan memainkan peran penting dalam memastikan keberlanjutan dan produktivitas industri kehutanan untuk memenuhi kebutuhan konsumen yang berubah. Bioteknologi canggih dapat diadopsi untuk meningkatkan produktivitas hutan tanaman dan menghasilkan kayu yang sesuai persyaratan standar industri kayu. Dalam hal ini program pemuliaan harus mempertimbangkan sifat sifat kayu dan karakteristik pertumbuhan. Industri kehutanan berbasis biomassa khususnya perkebunan bioenergi telah meningkat secara global oleh karena itu diperlukan teknik perbanyakan dan silvikultur  yang sesuai serta eksplorasi spesies potensial untuk memastikan kelayakan ekonomi dan keberlanjutan industri tersebut. Tantangan industri hijau diantaranya adalah diversifikasi produk hasil hutan dengan meningkatkan hasil hutan non kayu seperti minyak Atsiri dan senyawa obat.

Sebagai side event konferensi, setelah acara pembukaan INAFOR tanggal 27 Agustus 2019 dilakukan penandatanganan nota kesepahaman antara Balai Besar Litbang BPTH dengan para pihak, yaitu : Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Timur, Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Jawa Tengah, Politeknik Negeri Jember, dan Institut Pertanian Yogyakarta yang disaksikan langsung oleh Kepala BLI, Dr. Agus Justianto.

Dalam rangkaian acara pembukaan Inafor tersebut, dilakukan penganugerahan Innovation Award Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Tahun 2019 kepada salah seorang peneliti senior Balai Besar Litbang BPTH, Dr. Ir. Arif Nirsatmanto, M.Sc untuk kategori Progressive Scientist Award.

Adapun side event lainnya adalah pameran hasil litbang yang tergabung dalam stand Badan Litbang dan Inovasi dengan menampilkan produk/hasil-hasil penelitian dan pengembangan yang telah dilakukan oleh Balai Besar Litbang BPTH berupa minyak kayu putih, minyak nyamplung, benih unggul dan beberapa publikasi seperti jurnal, leaflet dan flayer, serta hasil-hasil litbang dari mitra kerjasama pada kegiatan tersebut.***(EDL).

Dokumentasi: MNA, DS.

 

 

Balai Besar Litbang Bioteknologi dan Pemuliaan Tanaman Hutan :

Jl. Palagan Tentara Pelajar KM15 Purwobinangun Pakem Sleman DI Yogyakarta (Indonesia)

Email                : breeding@biotifor.or.id

Website            : www.biotifor.or.id

Instagram          : www.instagram.com/biotifor_jogja

Facebook         : www.facebook.com/Balai-Besar-Litbang-BPTH-187407891327294

E-Journal             : http://ejournal.forda-mof.org/ejournal-litbang/index.php/JPTH/index