Balai Besar Penelitian Bioteknologi dan Pemuliaan Tanaman Hutan
 
 
 
 
Kepakaran Kami : Melakukan Penelitian di Bidang Bioteknologi Hutan dan Pemuliaan Tanaman Hutan
BERITA & PENGUMUMAN  

Selasa, 3-Mei-2016 10:06:41

YOGYA (biotifor.or.id) – Pakan ternak dari limbah bungkil nyamplung ternyata memiliki kandungan nutrisi yang cukup tinggi, yaitu kandungan protein kasar 21-23%. Selain itu, pembuatan pakan ini murah dan mudah diaplikasikan, tahan lama karena dapat disimpan sampai 6 bulan, serta dapat meningkatkan bobot ternak 150-200 gr/ekor/hari dan mempercepat usia “panen” kambing, yaitu 3-4 bulan.

Hal ini disampaikan Dr. Ir. Budi Leksono, peneliti Balai Besar Penelitian dan pengembangan Bioteknologi dan Pemuliaan Tanaman Hutan (B2B2BPTH) Yogyakarta yang telah menekuni penelitian nyamplung untuk mendukung program Nawacita Presiden Jokowi, yaitu kemandirian energy dan ketahanan pangan.

 
Senin, 2-Mei-2016 14:57:41

YOGYA (biotifor.or.id) – Belajar ilmu pemuliaan berarti kita sedang memadukan tiga komponen yang salin berkaitan. Ketiga komponen tersebut, yaitu seni, ilmu dan teknologi. Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Bioteknologi dan Pemuliaan Tanaman Hutan (B2P2BPTH) Yogyakarta menjadi salah satu rujukan dalam pengembangan ilmu pemuliaan di Indonesia.
 
Senin, 2-Mei-2016 10:35:27

YOGYA. (biotifor.or.id) – Pengembangan hutan rakyat sengon (Falcataria moluccana) terkendala dengan adanya penyakit karat puru/karat tumor yang menyerang hampir di seluruh Jawa. Serangan karat tumor ini merugikan petani, karena tanaman sengon banyak yang mati dan tidak tumbuh dengan normal. Penggunaan bibit unggul sengon toleran karat tumor masih menghadapi beberapa kendala.
 
Kamis, 28-April-2016 13:29:04

YOGYA. (biotifor.or.id) – Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) di era digital saat ini memberikan kemudahan, mempengaruhi cara kerja, serta membentuk gaya hidup masyarakat. Pemanfaatan TIK sudah menjangkau hampir seluruh lapiran masyarakat. Masyarakat semakin kritis dalam menanggapi berbagai isu seperti ekonomi, politik, sosial, dan budaya. Selain itu juga semakin pintar untuk mengemukakan pendapat, menuntut hak-hak dan tentu saja beberapa kewajibannya.

 
Kamis, 28-April-2016 11:48:39

Yogya (biotifor.or.id) – Hasil penelitian cendana (Santalum album) di KHDTK Gunung Kidul, Blok Watusipat, Yogyakarta telah teridentifikasi beberapa tanaman cendana umur 13 tahun dengan kandungan santalol sesuai standart ISO 3518 2002. Materi genetik ini dapat digunakan dalam upaya peningkatkan produktivitas hutan tanaman cendana baik pembangunan kebun benih klon, perhutanan klonal maupun keperluan penelitian lanjutan.

 
Rabu, 27-April-2016 08:31:18

YOGYA (biotifor.or.id) – Kolaborasi multi-pihak kegiatan penelitian Konservasi Sumber Daya Genetik Tanaman Hutan (KSDG-TH) Berbasis Desa telah menghasilkan 4 demonstrasi plot yang dikembangkan sejak tahun 2004. Dalam plot-plot tersebut, 24 spesies telah dikonservasi dan dirancang untuk memenuhi kebutuhan sumber benih tanaman hutan di masa datang.

Hal ini disampaikan Yayan Hadiyan, S.Hut M.Sc, selaku salah satu inovator kegiatan KSDG-TH Berbasis Desa yang tertuang dalam salah satu draf yang akan diajukan dalam Buku 150 Inovasi Badan Litbang dan Inovasi (BLI) tahun 2016.

 
Senin, 25-April-2016 08:31:29

YOGYA (biotifor.or.id) – “Kami akan menyerahkan tanaman-tanaman lokal khas DIY, dan tanaman-tanaman lokal ini merupakan bagian dari kunci keistimewaan dari DIY itu sendiri. Saat ini orang sudah mulai lupa dengan bibit-bibit tanaman seperti gayam, kepel, nogosari, jadi melalui media ini kita bisa nguri-uri tanaman lokal kita,” papar Kepala BBPPBPTH, Dr. Ir. Mahfudz, MP.

 
Jumat, 22-April-2016 16:49:10

SULSEL (biotifor.or.id) - Jati purwo merupakan salah satu bibit unggul yang dihasilkan dari kegiatan penelitian Balai Besar Litbang Bioteknologi dan Pemuliaan Tanaman Hutan Yogyakarta (BBPBPTH).  Hasil seleksi pada uji klon jati yang telah dilakukan sejak tahun 2002, diperoleh 5 klon terbaik dan potensi riapnya dapat ditingkatkan menjadi 24,38 m3/ha/tahun (Adinugraha et al., 2013). Produk penelitian ini telah diluncurkan oleh Menteri Kehutanan RI dengan nama klon Jati Purwobinangun melalui Keputusan Menteri Kehutanan Republik Indonesia No. SK.711/Menhut-II/2014 tanggal 27 Agustus 2014.

 

Hal 1 dari 23
Hal
EVENT  


LINK TERKAIT