UNSOED BERKOLABORASI DENGAN PROFESSOR BBPPBPTH DALAM TRANSFER ILMU TANAMAN BIOENERGI

ADMIN | Rabu , 3-Nov-2021

BIOTIFOR- Salah satu kutipan di dunia maya yang marak beredar mengatakan bahwa “Integrasi teknologi bukanlah suatu peristiwa. Itu harus menjadi bagian sehari-hari dari krayon dan pernapasan yang menyerupai ruang kelas. ”( https://quoteskeren.com, diakses 03 November 2021). Kutipan tersebut nyata adanya karena di zaman seperti sekarang ini, teknologi benar-benar merasuk ke dalam segala sendi kegiatan kita. Hal ini tercermin dalam kegiatan kuliah umum yang diselenggarakan oleh Program Studi Magister Ilmu Lingkungan Pasca Sarjana Universitas Jendral Soedirman yang pada kesempatan ini Selasa (02/11/2021) berkolaborasi dengan salah seorang professor Balai Besar Litbang BPTH.

”Kami sangat berterima kasih kepada Kepala Balai Besar Litbang BPTH yang memberikan kesempatan kepada kami akademisi untuk dapat belajar secara langsung dari ahlinya, walau terpisah jarak yang cukup jauh yaitu Purwokerto-Yogyakarta”, ungkap Dr. Muslihudin, M.Si selaku Kaprodi Magister Ilmu Lingkungan Pasca Sarjana Universitas Jendral Soedirman mengawali sesi kuliah

Pada sesi perkuliahan ini, Kepala Balai Besar Litbang BPTH mempercayakan kepada Prof Dr. Ir. Budi Leksono, MP untuk dapat membagikan ilmu dan hasil penelitiannya selama ini dalam kuliah online tersebut.

                                        

”Kegiatan kuliah online seperti yang dilakukan sekarang ini sudah seperti rutinitas, dan saya mengapresiasi semangat dari teman-teman mahasiswa yang tetap semangat mengikuti”, sapa Prof Budi mengawali perkenalannya.

Pada kesempatan tersebut, professor yang biasa disapa Prof Budi berkesempatan memaparkan materi dengan judul Restorasi Lingkungan Hidup yang Terdegradasi Berbasis Tanaman Bioenergi Potensial.

Diawali dengan kondisi krisis energi dunia di tahun 2006 yang menimbulkan munculnya kebijakan Inpres No.1 Tahun 2006 mengenai penyediaan dan pemanfaatan bahan bakar nabati, sektor kehutanan memberikan izin mengenai pemanfaatan lahan hutan tidak produktif. Pada akhirnya memunculkan deforestasi dan bioenergy dirasa dapat menjadi salah satu sumber energy alternative yang diturunkan dari biomassa (tanaman, hewan, mikroorganisme).

                                                                      

”Selain dapat diperbaharui (renewable energy), keunggulan lain dari bioenergy adalah meningkatkan kualitas lingkungan, meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan dapat mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar fosil”, terang Prof Budi

Prof Budi menyampaikan bahwa bentuk dari bioenergy salah satunya yaitu biofuel yang dapat diperoleh dari tanaman kehutanan seperti Nyamplung (Calophyllum inophyllum) dan Malapari (Pongamia pinnata).

”Kami di Balai Besar Litbang BPTH sudah melakukan banyak penelitian mengenai nyamplung dan malapari sebagai spesies prioritas untuk biofuel dari hutan dan yang terpenting teknik budidaya sudah kami kuasai jadi silakan jika teman-teman para mahasiswa tertarik mempelajari lebih dalam bisa ke kantor kami”, terang Prof Budi di akhir pemaparan materi.*** (UMP)

 

Balai Besar Litbang Bioteknologi dan Pemuliaan Tanaman Hutan (BIOTIFOR YOGYA):
Jl. Palagan Tentara Pelajar KM15 Purwobinangun, Kec. Pakem, Kab. Sleman, Yogyakarta (Indonesia)

Telp. (0274) 895954; 896080 Fax. (0274) 896080

Email                breeding@biotifor.or.id

Website            www.biotifor.or.id

Instagram          https://www.instagram.com/biotifor_jogja

Facebook         www.facebook.com/Balai-Besar-Litbang-BPTH-187407891327294

Youtube            http://youtube.com/c/BiotiforJogja

E-Journal          http://ejournal.forda-mof.org/ejournal-litbang/index.php/JPTH/index