BENIH UNGGUL NYAMPLUNG DARI TEGAKAN BENIH PROVENAN BBPPBPTH TUMBUH CEPAT DI LAHAN TERDEGRADASI DI KALIMANTAN

ADMIN | Kamis , 25-Nov-2021

BIOTIFOR – Pembangunan sumber benih unggul nyamplung dalam bentuk Tegakan Benih Provenan (TBP) telah dibangun di KHDTK BBPPBPTH di Wonogiri, Jawa Tengah pada tahun 2012 oleh  Prof Dr. Ir. Budi Leksono, MP beserta Tim Penelitian Nyamplung. TBP tersebut dibangun berdasarkan keunggulan populasi nyamplung dari Gunung Kidul Yogyakarta yang mempunyai rendemen minyak (crude oil) sebesar 50%. Dan menurut hasil penelitian Prof. Budi, dari TBP tersebut rendemen minyak nyamplung dapat meningkat hingga mencapai 66% dengan Screw Expeller Press (Mechanical Pressing Method) dan mencapai 85% dengan Soxhlet Extractor (Solven method).

Prof Budi biasa disapa merupakan salah satu professor yang dimiliki oleh Babes Litbang BPTH yang telah melakukan penelitian Nyamplung sejak tahun 2008 mengatakan bahwa ”Ketika kita akan menggunakan bahan baku dari tanaman, maka peran benih unggul sangat menentukan keberhasilan dan produktivitas tanaman yang dihasilkan, baik untuk produksi kayu maupun non kayu seperti Nyamplung yang dapat digunakan untuk bahan baku biofuel maupun kosmetik dan obat-obatan yang sangat berkhasiat”, ungkap Prof Budi.

Benih unggul yang dihasilkan dari TBP Nyamplung di Wonogiri tersebut telah dilakukan uji multi lokasi pada lahan tidak produktif/ lahan terdegradasi di Kalimantan yang didanai oleh Center for International Forestry Research (CIFOR). Lokasi pertama di Tahura Bukit Soeharto, Kalimantan Timur pada lahan eks-kebakaran seluas 5 ha bekerjasama dengan Universitas Mulawarman dan lokasi kedua di Kalampangan, Kalimantan Tengah pada lahan gambut terdegradasi seluas 3 ha bekerjasama dengan Universitas Muhammadiyah Palangkaraya.

Pada saat dilakukan monitoring oleh Dr. Nur Sumedi (Kepala BBPPBPTH) dan Dr. Himlal Baral (Peneliti CIFOR), kinerja plot pertanaman di lahan eks-kebakaran Kalimanta Timur menunjukkan pertumbuhan yang menggembirakan, karena mempunyai pertumbuhan yang hampir sama dengan sumber asal benihnya (TBP di Wonogiri), yang tumbuh subur dan telah mulai berbuah pada umur 2 tahun, sementara tanaman nyamplung pada umumnya baru berbuah sekitar umur 7-9 tahun. Tegakan nyamplung tersebut juga telah mendatangkan koloni fauna dari jenis-jenis burung dan serangga sehingga meningkatkan biodiversitas di lokasi tersebut.

Pertumbuhan nyamplung di lahan gambut terdegradasi Kalimantan Tengah juga mempunyai harapan tumbuh dengan bagus dan dapat berbuah melihat pohon-pohon yang ditanam tumbuh dengan subur. Uji multi lokasi jenis nyamplung pada lahan terdegradasi tersebut menjadi harapan untuk pemgembangan jenis nyamplung dalam rangka restorasi dan rehabilitasi pada lahan tidak produktif berbasis tanaman energi untuk kedaulatan energi di Indonesia sebagaimana mandate dari Inpres No. 1 tahun 2006.***(BL)

  

 

Link Publikasi:

https://iopscience.iop.org/article/10.1088/1755-1315/749/1/012059

https://ieeexplore.ieee.org/document/8635740

https://onlinelibrary.wiley.com/doi/10.1002/fes3.165

https://www.mdpi.com/2071-1050/10/12/4595

 

Balai Besar Litbang Bioteknologi dan Pemuliaan Tanaman Hutan (BIOTIFOR YOGYA):
Jl. Palagan Tentara Pelajar KM15 Purwobinangun, Kec. Pakem, Kab. Sleman, Yogyakarta (Indonesia)

Telp. (0274) 895954; 896080 Fax. (0274) 896080

Email breeding@biotifor.or.id

Website www.biotifor.or.id

Instagram https://www.instagram.com/biotifor_jogja

Facebook www.facebook.com/Balai-Besar-Litbang-BPTH-187407891327294

Youtube http://youtube.com/c/BiotiforJogja

E-Journal http://ejournal.forda-mof.org/ejournal-litbang/index.php/JPTH/index